• BELAJAR MENGAMATI

    Pengamatan sederhana di sekolah SDIT ALHUSNA SUKABUMI, JAWA-BARAT

  • SANG JUARA SEJATI

    Piala perlombaan tingkat Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan Provinsi JAWA BARAT

  • UPACARA BENDERA

    Kegiatan rutinitas sekolah setiap hari senin mengadakan upacara agar menjadi warga indonesia yang baik dan benar

  • WISUDA

    Ya Allah jadikanlah anak-anak ini menjadi anak yang dapat merubah kamajuan islam di masa yang akan datang, Allahu Akhbar

21 Mar 2013

0

Latihan Kolaborasi musik tradisional jawa barat

DEFINISI KESENIAN :
Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah swt kepada seluruh manusia tanpa mengenal bangsa yang bersumberkan al-Quran, Sunnah dan Ijma' Ulama. Islam adalah agama yang nyata (waqi'e) dan sesuai dengan fitrah manusia, pada semua tempat, zaman dan situasi menepati citarasa, kehendak, sifat, keinginan, nafsu, perasaan dan akal fikiran manusia. Dalam jiwa, perasaan, nurani dan keinginan manusia terbenamnya rasa sukakan keindahan dan keindahan itu adalah seni. Seni adalah sesuatu yang bersifat abstrak, dapat dipandang, didengar dan disentuh oleh jiwa tetapi tidak dapat dinyatakan melalui kata-kata dan bahasa. Sukar untuk mentakrifkan seni secara tepat sesukar untuk menerangkan konsep keindahan dan kesenangan itu sendiri.

Cabang-cabang seni meliputi:
1. Seni rupa adalah seni lukis, seni pahat, dan seni kria (kerajinan atau keterampilan).
2. Seni suara adalah  vokal tradisi dan vokal modern. Vokal tradisi yang dikenal di Indonesia  
    adalah karawitan. Instrumen ada dua:instrumen tradisi dan instrumen modern, Instrumen
    tradisi yang lumrah di Indonesia adalah gamelan. Instrumen modern yang lumrah di 
    Indonesia adalah musik.
 3. Seni gerak adalah merupakan olah tubuh (tari).
 4. Seni sastra adalah menyangkut tentan novel, cerpen, drama, dan puisi.
 5. Seni teater adalah gabungan antara seni suara dengan seni gerak dan seni sastra.
Seni secara ringkasnya dapat dibagi menjadi empat :
·      Seni melaui pendengaran seperti musik, deklamasi puisi, prosa, seni suara dan sebagainya.
·      Seni yang diperolehi melalui penglihatan mata seperti seni lukis, seni hias, seni bina, seni pakaian dan sebagainya.
·      Seni yang dapat diperoleh melalui pendengaran dan penglihatan seperti drama, tablo, teater, filem dan sebagainya.
·      Seni yang dinikmati melalui pembacaan seperti hasil karya sastera yang berbentuk puisi dan prosa.
Islam tidak pernah menolak kesenian selagi dan selama kesenian itu bersifat seni untuk masyarakat dan bukannya seni untuk seni.
Terdapat lima hukum di antaranya:
(a) Wajib : Jika kesenian itu amat diperlukan oleh muslim yang mana tanpanya individu tersebut boleh jatuh mudarat seperti keperluan manusia untuk membina dan mencantikkan reka bentuk binaan masjid serta seni taman (landskap) bagi maksud menarik orang ramai untuk mengunjungi rumah Allah swt tersebut.
(b) Sunat : Jika kesenian itu diperlukan untuk membantu atau menaikkan semangat penyatuan umat Islam seperti dalam nasyid, qasidah dan selawat kepada Rasulullah saw yang diucapkan beramai-ramai dalam sambutan Maulidur Rasul atau seni lagu (tarannum) al-Quran.
(c) Makruh : Jika kesenian itu membawa unsur yang sia-sia (lagha) seperti karya seni yang tidak diperlukan oleh manusia.
(d) Haram : Jika kesenian itu berbentuk hiburan yang :
  • Melekakan manusia sehingga mengabaikan kewajipan-kewajipan yang berupa tanggungjawab asas terhadap Allah swt khasnya seperti ibadah dalam fardhu ain dan kifayah.
  • Memberi khayalan kepada manusia sehingga tidak dapat membezakan antara yang hak (betul) dan yang batil (salah).
  • Dicampuri dengan benda-benda haram seperti arak, judi, dadah dan pelbagai kemaksiatan yang lain.
  • Ada percampuran antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram seperti pergaulan bebas tanpa batas dalam bentuk bersuka-suka yang melampau. 
  • Objek atau arca dalam bentuk ukiran yang menyerupai patung sama ada dibuat daripada kayu, batu dan lain-lain.
  • Disertai dengan peralatan muzik yang diharamkan oleh Islam seperti alat-alat tiupan, bertali, tabuhan yang bertutup di bahagian atas dan bawah serta alat-alat muzik dari tekanan jari. Sesetengah  ulama mengatakan harus hukumnya jika digunakan untuk pendidikan dan tidak menarik kepada konsep al-Malahi (hiburan yang keterlaluan) juga alat-alat muzik di atas boleh digunakan untuk tujuan dakwah Islamiyyah, seperti yang pernah dibuat oleh Rabiatul Adawiyyah.
  • Seni yang merosakkan akhlak dan memudaratkan individu atau yang berbentuk tidak bermoral seperti tarian terkini (kontemporari).
  • Jenis-jenis seni yang dipertontonkan bagi maksud atau niat yang menunjuk-nunjuk dan kesombongan.

13 Mar 2013

0

TAHFIDZUL QUR'AN

Banyak hadits Rasulullah saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur’an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, "Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh." (HR. Tirmidzi)
* Fadhila/keutamaan Dunia
      1. Hifzhul Qur’an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah
      2. Al Qur’an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya
      3. Seorang hafizh Al Qur’an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi
      4. Hifzhul Qur’an merupakan ciri orang yang diberi ilmu
      5. Hafizh Qur’an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi
      6. Menghormati seorang hafizh Al Qur’an berarti mengagungkan Allah
* Fadhila/keutamaan Akhirat :
      7. Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi penghafal Hifzhul Qur’an akan  
          meninggikan derajat manusia di surge
9. Para penghafal Al Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan taat
10. Bagi para penghafal kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan)
11. Kedua orang tua penghafal Al Qur’an mendapat kemuliaan
12. Penghafal Al Qur’an adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al Qur’an
13. Penghafal Al Qur’an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam perdagangannya dan tidak akan merugi
14. Pikiran yang jernih.
15. Kekuatan memori.
16. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
17. Senang dan bahagia.
18. Terbebas dari takut, sedih dan cemas.
19. Mampu berbicara di depan publik.
20. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan dari  
      orang lain.
21. Terbebas dari penyakit akut.
22. Dapat meningkatkan IQ.
23. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.

Karena itu Allah berfirman, “Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.” (QS Al-‘Ankabut [29]: 49)
Sebuah kajian baru membuktikan bahwa semakin banyak hafalan seseorang terhadap Al-Qur’an Al-Karim, maka semakin baik pula kesehatan
Maraji’:
Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc. Kiat Sukses Menjadi Hafizh Qur’an Da’iyah.
Dr. Yusuf Qardhawi. Berinteraksi dengan Al Quran.

15 Jan 2013

0

Taman Safari 2010-2011